Rabu, 26 Desember 2012

Dalam pendakian hidup.

Suatu hari aku pergi mendaki sebuah mimpi...
Sebuah mimpi yang kupikir adalah sebuah awal dari apa yang akan aku cita-citakan...
Aku merasa memiliki energi berlebih dan tak pernah merasa lelah...
Sampai di atas puncak pun aku tak pernah merasa sedikit lelah...

Tapi...

Ketika diatas sini, kusaksikan betapa apa yang kuharapkan hanyalah menjadi kumpulan kekosongan,
apa yang aku cita-citakan hanyalah tetap menjadi mimpi
dan segalanya menjadi terasa sakit, terasa sangat melelahkan...

Nyaris saja aku terjun dari atas sini...
Jika bukan karena Tuhan, tak akan aku berada pada tempat yang bernama Dunia...
Dan mungkin saja hanya sebuah sepi dan misteri yang tersisa...
Sampai aku pun tak berani membuka mata...

Andai waktu memberi sedikit ruang...

Tentu tak perlu aku terburu-buru mendaki dan menyadari...

Tentu kan kuhiraukan betapa perih setiap perdu yang melukaiku...

Tentu kan kupahami betapa letih kau terus membujuk dan terus menjaga disampingku....

Tuhan, andai aku punya sayap...

Dan kembali pada lorong yang telah Engkau sediakan,
Aku ingin sekali menghapus jejak ku disana,
dan tak akan membiarkan diriku menyadari sebuah kekosongan dan kekecewaan...

Tuhan, aku ingin kembali...
Pada waktu dimana Engkau telah mengantarkanku ke dunia,
dan kembali berbicara padaMu,
tentang hidup, tentang mimpi, tentang harapan, dan tentang takdir...



Tuhan, aku hanya mampu menatap dari tempatku sekarang....

Tidak ada komentar:

Posting Komentar