Kamis, 27 Desember 2012

Luka yang melukai.

Bukan dirimu saatnya memberikan lengan...
Tapi diriku yang sudah bersedia merentangkan pelukan sejak tahu bahwa perihmu telah lukai...
Aku berjalan kearahmu tanpa pernah menyadari apa yang terjadi dibelakangmu.
Aku tulus ingin berada disampingmu...

Aku mungkin tak berhasil memapahmu,
Tentu saja...
Karena aku jauh lebih rapuh darimu

Aku mungkin tak berhasil menghapus setiap luka dalam hati hitam mu,
Memang harus begitu?
Bukankah itu inginmu...

Aku hanyalah butiran pasir, aku hanyalah sedikit cahaya dikala hujan,
sedang engkau selalu mengharapkan hujan itu datang
dan angin menyapuku bersih...

Engkau yang meragukan aku
Dan aku tidak pernah mengerti diragukan
Karena kepolosan atau ketulusan aku tak bisa membedakan apa yang ada dalam pikiranmu...

Sekarang...
Aku tak lagi berlari,
Aku tak akan lagi membujuk,
Aku akan tetap seperti ini,
Biarkan aku memelihara ketulusan padamu,
Biar tetap ku jaga cintaku untuk mendampingimu,
Tak kusalahkan engkau yang terkadang melukai,
Karena kutahu sudah lama kau tetap terluka,
Bukan karena tak bisa terobati, tapi kau memeliharanya.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar