Sabtu, 20 Juli 2013

Saat aku tak lagi di dunia ini...



Ku lihat kematian hanya sebatas aku dan botol karbol. Tumpah, memberi bau yang tak ku tahan lagi.
hingga aku tak mampu bernafas lagi.
Mendadak Gelap.
Beberapa pikiran melintas dikepalaku. Bermain-main, seperti gumpalan dan mendadak pecah.
Benar-benar gelap. Sepi. Hening. Dan beku.
Dari kejauhan, aku menangkap suara tangisan yang tertahan. tangis anak perempuan. ada suara langkah kaki, berat, menelusuri lorong. pintu berderit pelan. ku dengar suara yang berbisik, diselingi tawa cekikikan anak kecil.
tiba2 aku merasakan dingin. jantungku serasa berdetak seribu kali lebih cepat,membuat nafasku tersengal, tanganku dingin, berkeringat,dan gemetar. nyeri, rasanya sakit dimana-mana,sakit yang tak mampu ku gambarkan perihnya,bahkan aku tak mampu merintih karenanya. perlahan-lahan menjadi lemah, dan akhirnya jantungku tidak berdetak lagi. mendadak segalanya gelap. hitam yang tak terhingga pekatnya, tapi tak menakutkan.

Mendadak segalanya gelap. hitam yang tak terhingga pekatnya, tapi tak menakutkan.
sebaliknya damai. aku adalah kedamaian, menjelma menjadi sebutir lelap. Matikah aku? sepertinya begitu. tak ada lagi pertanyaan. tak ada lagi batas dan kendala materi. yang ada hanyalah keabadian.

Namun mendadak cahaya datang, menjadikan gelap tadi berubah bening.
Bening sejernih tetes embun pagi pertama di taman Firdaus. wangi2an menyerbu rongga hidung. merasuki dada yang pengap. mengisi ruang kosong dalam tiap paru2. ku lihat putih dimana2. bening dan suci. bidadarikah itu??
indahnya tak terlukiskan. hingga waktu serasa tak bergerak, tak juga beku, tiada pengulangan dalam tiap detiknya.

Tubuhku seperti terbelah, tak sakit memang.
Hanya mulai kurasakan jantungku berdetak, aku mulai menangis, seperti anak kecil, kecewa.
kakiku seperti menapaki bumi lagi, tapi sayap2 ini tak juga lepas. Tangisku belum berhenti, sampai suara tangisku menggema,memenuhi kepalaku. hingga aku tak kuat menahannya.
Bayangan tubuhku mengabur, seperti lukisan terkena percikan air. bahkan diriku ikut mengabur..luntur..hancur...berserakan...

tapi sempat ku dengar, seseorang berteriak "dobrak pintu kamar mandinya!!"




Ini ceritaku, kepingan puzzle yang pecah dalam karya yang sempat tertunda.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar